Yohanes 12:20-28

 

Jemaat terkasih. Apa pengaruhnya bagi anda jika ada orang yang memberikan nyawanya untuk anda? Itulah pertanyaan dalam film ‘Saving Private Ryan’ dari Steven Spielberg; salah satu film perang terbaik sepanjang masa.

Pada waktu Perang Dunia II, ada keluarga Ryan yang tiga putranya semua tewas di medan perang. Karena itu, putra yang keempat yang bernama Private (serdadu) James Ryan boleh pulang ke rumah. Namun dia tidak mudah ditemukan karena waktu pendaratan di Normandia Perancis, dia diterjunkan sebagai penerjun payung. Karena itu kapten John Miller ditugaskan bersama 7 tentara lainnya untuk menemukan serdadu Ryan. Pencarian itu sangatlah sulit di tengah pertempuran yang berkecamuk. Dari delapan tentara itu, satu per satu tewas. Akhirnya tinggal Miller saja. Miller berhasil menemukan serdadu James Ryan. Namun di pertempuran dekat jembatan, Miller luka parah. Miller memanggil Ryan, menatap matanya dan berkata: ‘Ryan, earn this... earn it.’ ‘Ryan, dapatkanlah ini.’ Apa maksud Miller? ‘Ryan, untukmu kami sudah memberi nyawa kami. Untukmu darah mengalir. Jangan biarkan itu sia-sia! Sadarilah berapa berharganya hidupmu! Biarlah hidupmu itu berarti!’

   

Pesan film ini dalam: kita berhutang kebebasan kepada orang yang berjuang untuk kita. Ini juga inti dari Injil. Yesus memberikan hidupNya di kayu salib untuk membebaskan kita dari dosa, penghukuman, dan kematian, untuk memberi kita hidup yang kekal. Sebagaimana tertulis di Yohanes 3:16 ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.’ Kita tidak layak mendapatkan keselamatan dari Kristus. Tidak seorangpun yang layak. Semua itu hanyalah anugerah!

Apa pengaruhnya bagi anda jika ada orang yang memberikan nyawanya untuk anda?Pembacaan Alkitab kita hari ini berbicara tentang mengikut dan melayani Yesus. Kita diselamatkan bukan untuk selanjutnya kembali ke hidup yang lama. Tidak! Kita diselamatkan untuk mengikut dan melayani Yesus.

Adalah suatu anugerah untuk mengatakan ‘Ya’ kepada Tuhan Yesus. Sungguh suatu kehormatan untuk mengikut dan melayaniNya yang telah memberikan hidupNya bagi kita. Demikian nanti, atas anugerah Allah, Dimitri de Jong dan David Linandi akan mengaku iman percaya (sidi); mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, menyatakan kesediaan mengikut dan melayani Yesus. Dimitri dan David, pilihan kalian untuk Yesus bukan datang dari diri kalian sendiri, tetapi karena pekerjaan Roh Kudus.

Mengikut Yesus tidaklah mudah.Jalannya bisa melalui lembah kekelaman atau kesulitan. Dalam Pembacaan kita, Yesus sendiri sudah mendekati penderitaan dan kematianNya. Ketika ada orang Yunani ingin berjumpa dengan rabi Yesus yang terkenal waktu itu, Yesus berkata: ‘Perhatikan baik-baik! Aku datang bukan untuk bersinar dalam ketenaran. Aku datang untuk menderita dan mati. Seperti biji gandum yang harus jatuh ke tanah dan mati untuk dapat tumbuh dan menghasilkan banyak buah.’

Demikian Yesus mengingatkan murid-muridNya, juga setiap orang yang mau mengikutNya. ‘Kalau engkau mengasihi hidupmu, kalau engkau ingin mempertahankan hidupmu dengan segala kemudahan dan kemewahan, maka engkau akan kehilangan. Namun jika engkau melepaskannya dan menempatkan hidupmu di tempat kedua karena Aku, maka engkau akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.’ Murid-murid Yesus adalah orang-orang yang menempatkan Yesus sebagai pusat hidup, yang mengikuti teladanNya dan mengikuti prioritasNya.

Kehidupan Kristen bukanlah rute yang mudah. ‘Jalan sempit’ dan bukan ‘jalan lebar’. Yesus sendiri tahu betapa sulitnya jalanNya. Di ayat 27 Yesus bergumul, penuh kesedihan. ‘Apakah Aku harus berdoa untuk dilepaskan dari penderitaan ini? Aku tidak bisa, karena untuk itulah Aku datang! Bapa, dimuliakanlah namaMu!’ Sungguh menyentuh kalau kita baca di Alkitab bahwa Yesus bergumul dengan tugasNya. Juruselamat yang menunjukkan kerentananNya. Juruselamat yang melihat penderitaan di depan mata dan merasakan godaan untuk melarikan diri, namun tidak melakukannya. Betapapun beratnya jalan itu, Yesus tetap setia. Karena itu mari kita setia mengikut Yesus, apapun yang terjadi. Ia mengenal kerentanan kita. Ia bersama kita di jalan itu. Ia tidak membiarkan kita sendiri. Sebagaimana dikatakanNya di Matius 28:20 ‘Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Dimitri dan David, adalah anugerah Allah bahwa kalian waktu kecil sudah dibaptis, menerima tanda dan meterai anugerah Allah. Adalah anugerah bahwa sejak kecil kalian boleh belajar mengenal Yesus dan kalian dibesarkan di keluarga Kristen. Kami bersyukur kepada Tuhan bahwa sejak kecil kalian merasa nyaman di GKIN dan saling berteman. Sebagaimana kita lihat di foto berikut: kalian dan teman-teman Sekolah Minggu di Maret 2014 pergi bersama melihat Bahtera Nuh.

Saya menikmati kelas katekisasi online gabungan remaja-pemuda regio Amstelveen dan Rijswijk/ Den Haag yang kita mulai sejak September tahun lalu. Kalian cepat berteman meskipun ada yang kalian belum pernah jumpai secara fisik.

Selama katekisasi, kalian belajar apa artinya mengikut dan melayani Yesus. Kalian bertumbuh dalam iman, pengetahuan Alkitab, dan dasar-dasar iman Kristen.

Demikian juga kalian memberikan presentasi akhir sesuai pilihan masing-masing di akhir katekisasi. Dimitri memilih judul: ‘Apa hubungan Tuhan dengan teknologi’.

 

David memilih judul: ‘Pembenaran dan Pengudusan’.

  

Senang mendengar kalian menceritakan motivasi kalian untuk mengaku percaya (sidi) waktu percakapan dengan penatua Bart Cremers dan penatua Lidia Purwanta.

 

 

Dimitri dan David, mengaku iman bukanlah titik akhir, tetapi titik awal. Betapa indahnya kalian yang masih muda ini, dengan semangat orang muda, dengan segala rencana masa depan, kalian ingin mengikut dan melayani Yesus.

Dalam percakapan dengan penatua, Sdr. Bart Cremers membagikan kalian ayat Alkitab yang indah dari Amsal 3:1-10. Saya bacakan kembali ayat 5-7: ‘Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri  bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.

Mengikut dan melayani Yesus. Dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kita tidak bisa mengikut Yesus tanpa melayaniNya. Kita tidak bisa melayani Yesus tanpa mengikutNya.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada...

Dimitri dan David, kalian mengasihi Tuhan. Kalian setia datang ke gereja tiap Minggu. Kalian senang ikut Sekolah Minggu kelas remaja. Kalian juga ingin terlibat di gereja. Dimitri sekarang aktif di bagian soundsystem di kebaktian. David nanti akan membantu di tim ‘beamer/ projector’. Kiranya Tuhan memberkati kalian dan menjadikan kalian berkat untuk jemaat kita. Kiranya kalian juga boleh mendorong remaja-pemuda lainnya untuk mengikut dan melayani Yesus.

Hari ini, sdr. Elvin Leuhery turun sebagai penatua. Elvin selalu aktif di GKIN: di banyak komisi, waktu bazaar, di SRGA, dll. Elvin tidak pernah tidak aktif di ingatan saya. Pernah dulu suatu waktu saya melihat Elvin di satu rapat. Kemudian tidak lama sesudah itu saya datang ke rapat yang lain. Ternyata di situ ada Elvin juga. Empat tahun lalu ia diteguhkan sebagai penatua. Dengan setia dan penuh komitmen ia melayani. Dia sekretaris yang sangat baik. Elvin aktif dalam pelayanan karena kasih kepada Tuhan dan jemaatNya. Elvin, kami bersyukur kepada Tuhan untuk pelayananmu. Sungguh suatu kehormatan mengikut dan melayani Yesus! Walaupun saudara tidak lagi melayani sebagai penatua, tetaplah bekerja untuk pekerjaan Tuhan. Kiranya api Roh Kudus terus berkobar sepenuhnya ketika saudara mengikut dan melayani Yesus.

Melayani Yesus kita lakukan di gereja dan di luar gereja. Di hari Minggu dan hari lainnya. Tidak ada orang Kristen part-time. Adanya orang Kristen full-time. Melayani Yesus juga kita lakukan di rumah, di lingkungan keluarga, pekerjaan, sekolah, di perkumpulan, lingkungan persahabatan. ‘... di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.’ Kalau kita mengikut Yesus, kita terus menerus diubah menjadi semakin serupa Yesus. Gaya hidup kita, cara pikir kita, pilihan hidup kita, kita selaraskan dengan Dia. Di mana Yesus ada, di situ juga kita ingin berada. Tiap kali kita bertanya: di manakah Yesus ada dan di manakah Yesus tidak mau ada? Yesus ada di mana orang membutuhkanNya. Yesus ada di tengah orang yang tidak dipedulikan. Yesus ingin ada di tengah orang yang rentan di masyarakat. Apakah kita mau melayani Yesus di sana?

Namun Yesus juga ada untuk orang di posisi tertinggi, juga pemimpin pemerintahan yang berkomitmen pada keadilan dan perdamaian. Apakah kita mau melayani Yesus dengan mendoakan mereka? Apakah kita mau melayani Yesus dengan menyebarkan pesanNya di masyarakat?

Mengikut dan melayani Yesus adalah kehormatan. Namun Yesus juga berkata di ayat 26: ‘... Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.’  Itulah mahkota kehidupan yang Allah akan berikan untuk setiap orang yang setia sampai akhir (Wahyu 2:10). Sungguh ini suatu kehormatan besar!  

Dimitri dan David, hari ini kalian membuat pilihan yang terbaik yang dapat dibuat manusia, pilihan untuk mengikut dan melayani Yesus. Selamat untuk pengakuan iman (sidi) kalian! Tuhan memberkati kalian! Jemaat terkasih, marilah kita semua mengikut dan melayani Yesus, karena itu adalah kehormatan terbesar! Saya ingin mengakhiri khotbah ini dengan teks lagu dari grup Sela yang berjudul ‘Pengakuan Iman’.

 

Pengakuan Iman

 

Engkaulah Tuhan yang memanggil,

yang mencari hati dan hidupku,

yang telah menemukanku;

memberikan hidup yang kekal.

 

Dengan penuh komitmen,

hati dan mulutku mengaku:

Ya, Yesus adalah Tuhan;

lalu aku berlutut di hadapanMu.

 

Akulah yang memilihmu,

mengutusmu ke jalanKu.

Tinggallah dalamKu dan berbuahlah,

pergilah atas namaKu.

 

Tuhan, kami berkata ya dan amin,

membawa pujian kepadaMu.

Kami mengaku bersama-sama;

Yesus adalah Tuhan kami.

 

Amin.