Lucas 5:1-11

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah Banyak orang ingin mendengarkan pengajaran Kristus pada saat itu, walaupun mereka datang dengan berbagai motivasi. Ada yang ingin kenal Karena mendengar perbuatan-Nya yang ajaib, ada juga yang sudah mendengar dan melihat perbuatan-Nya yang ajaib, ada yang iseng. Tiap2 orang datang dengan keinginannya.  Begitupula dengan setiap org yang datang di kebaktian; di kota X di Indonesia, ada  gereja yg selalu banyak didatangi mahasiswa yng juga mungkin datang karena ada makanan enak yang akan disantap, dls.

Kristen sejati bukanlah hanya nampak dari kehadiran rutin di gereja, memberi persembahan yang baik tiap waktu, melayani di berbagai event, walaupun itu tidak salah, namun kristen sejati jauh melampaui hal itu. mari kita pelajari bersama melalui lukas 5 ini.

Kristus selalu mengajarkan kebenaran pada setiap orang yang datang, juga saat itu Ia duduk di perahu Petrus, dan siap mengajar. Setelah mengajar Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Kristus tiba2 interfere dengan pekerjaan, rumah, kesenangan Petrus yang tidak ada hubungan dengan hal2 rohani (Michael Wilcoak). Dpl, Kristus mau terlibat secara nyata bukan hanya pada hal rohani, namun juga dalam kehidupan sehari-hari Petrus dan manusia lainnya. Yesus peduli.

Saat itu Petrus baru saja pulang dari memancing (nelayan sedang membersihkan jalanya) dan tidak mendapatkan apa2. Pada waktu ini Petrus sedang dalam keadaan: capek, mengantuk, sedih, kecewa karena tidak ada hasil ( Luk 5:5  Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras (we toiled all night) dan kami tidak menangkap apa-apa, hasilnya nol); tetapi..... karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."). Orang biasanya memancing pada malam hari, bukan pada pagi hari, ia enggan melakukannya juga dalam kondisi sgt lelah. tapi Ada kalimat “Namun karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga”.

Petrus saat itu tidak ada lagi pengharapan pada diri sendiri,  ia gagal, tidak menghasilkan apa2, tapi ditengah frustasi ia mau juga melakukannya. Kegagalan bukanlah akhir segalanya, melainkan awal dari mmbuka diri ditolong menuju keberhasilan. Ia membuka diri, memberikan kesempatan pada Kristus Kristus untuk menolongnya.

Siapakah Kristus bagi Petrus? (bagi orang banyak, dan bagi kita masing2). pergumulan2 yang kita hadapi membawa kita untuk melihat ke dalam hidup kita sesungguhnya, adakah aku sungguh beriman pada Kristus. Adakah kita berpaling pada-Nya mengharapkan pertolongan-Nya. atau mencari pertolongan lain, orang pintar, dls.

Mari kita lihat Petrus, dia berkata “karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. Bagi Petrus, Yesus bukan orang biasa saja, melainkan ia mendengar pengajaran Kristus serta melihat perbuatan2 ajaib Kristus (khusunya Ibu mertuanya disembuhkan, Ps.4) dan juga orang2 lain yang menderita. Iman tidaklah instan bertumbuh, iman dianugerahkan namun perlu dibangun makin hari makin kuat, belajar kebenaran (Roma 10:17) dan hidup bersama Dia dari hari ke hari. Pengenalan Petrus kepada Kristus, membawa Ia memiliki pengharapan, atau dpl dia mengatakan ‘aku memang terbatas, tapi Kristus tidak terbatas”. Dengan iman ia bersedia ditolong oleh yang tidak terbatas.

Hasilnya? Luk 5:6-7 dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Dari nol menjadi lipat ganda, itu hanyadapat dilakukan oleh Kristus, siapakah Dia? kita lanjutkan ke ayat 8.

Reaksi Petrus Luk 5:8  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur (proskuneo, di depan Yesus) dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Luk 5:9  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap.

Melalui peristiwa itu terbukalah matanya, bahwa ia mengalami perjumpaan dengan penciptanya, lihat reaksinya

a. ‘Proskuneo’ (muka dan tubuh sujud ke lantai), seperti yang dilakukan oleh Abraham, Musa, Yesaya, Yohanes dalam perjumpaan dengan Tuhan.

b. ‘Guru’ menjadi ‘Tuhan’ (Kyrios), pribadi yang berotoritas atas laut dan darat, atas alam semesta, lihat John 21:12; 7; cf. Luke 24:30-31). Jehova Jireh, Allah pemelihara hidup, Ia tau kebutuhan kita (makan, minum, pakai, dls). contoh kesaksian Hudson Taylor (misionaris inggris ke China) selalu hidup dalam pemeliharaan Tuhan. kalimat akbaryang dikatakannya melaui kehidupan yang tidak mudah: “ God’s work in God’s way will not lack of supply”. Pekerjaan Tuhan yang dilakukan dalam jalan2 Tuhan tidak akan pernah kekurangan.

c. selanjutnya Petrus Menyadari siapa diri-nya (pendosa), kekotoran dirinya dihadapan kesucian Allah, ia merasa sangat tak layak (Yesaya 6, “mataku melihat Tuhan...celaka aku najis bibir...” Hanya Tuhan mampu meno.ong kita melihat kedalaman diri dan iman kita, karena hati kitapun kadang bisa menipu diri kita sendiri, Yer 17:9, hati itu licik dan butuh transformasi Allah). Petrus merendahkan dirinya di hadapan Allah.

Selanjutnya hal ini bukan hanya terjadi pada Petrus, Luk 5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Dpl, semua yang bersedia membuka diri dan bersedia ditolong Tuhan, akan alami pengenalan diri dgn benar dan alami pembaharuan yang datang dari Kristus.

Transformasi terjadi, Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Luk 5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Dari hidup yang tidak jelas (rapuh), bersama Kristus menjadi berarti, ada pengharapan, mengalami kuasa pemeliharaan Tuhan, bahkan dipakai menjadi alat Tuhan untuk menolong yang lainnya, yang belum kenal dan alami Tuhan. Hidup bagi Allah untuk sesama dan kemuliaan bagi Tuhan.

Alkitab mencatat perjalanan hidup Petrus dan teman2 Nya, kerja keras mereka, dipakai Allah luar biasa dan akhirnya bersedia berkorban mati martir bagi banyak manusia, dan bau harum di hadapan Allah.

 

Aplikasi:

  1. Adakah kita mengalami “kelelahan hidup, ketakutan sangat, kegagalan, masa depan suram? Kemanakah kita berlari, kemanakah kita mendapatkan pertolongan?
  2. Sudahkah kita mengalami perjumpaan dengan Allah dalam hidup, ibadah, pekerjaan kita se hari2? jika belum, maukah kita datang pada-Nya dengan merendahkan dirimengaku kegagalan, ketidak layakan kita, bahkan dosa kita. Tidak ada yang perlu ditutupi karena di hadapan Tuhan semua terbuka. “Berbahagialah setiap orang yang mengaku dan meminta ampun dan pertolongan-Nya” dengan tangan terbuka Kristus menerima kita apa adanya, dan untuk itulah Ia datang, menderita dan mati di kayu salib, u tuk menebus kita dan mengembalikan kita menjadi Anak-2 Nya).
  3. Ia sanggup ubah kita dari hidup untuk diri sendiri, menjadi hidup untuk Dia dalam seluruh panggilan kita, yg jadi kaum profesional, oedagang, pelajar, ibu rumah tangga, hamba Tuhan, majelis, dls. Menjadi ‘alat dalam tang—Nya sesuai dgn potensi, talenta dan berbagai hal yg kita miliki untuk mendatangkan sejahterabagi orang lain, bangsa, negara, gereja Tuhan. Sampai Maranatha, Ia akan datang kembali dan menyempurnakan segalasesuatu,

Soli Deo Gloria.