Pembacaan Alkitab: Yohanes 20:1-2, 11-18            

 

Saudara-saudari, pemuda-pemudi, yang dikasihi Tuhan kita Yesus kristus,

Dalam perayaan Paskah tahun 2021 di tengah-tengah pandemie Covid-19 ini, kita akan renungkan tentang arti “melihat/memperhatikan”. Disini kita tidak membicarakan tentang pengertian melihat secara biologis atau melihat sesuai dengan hukum fisika. Jadi pagi ini kita tidak akan ‘bertatapan mata’ tetapi bagaimana kita melihat dengan mata itu. Memandang adalah satu hal dan melihat/memperhatikan adalah hal lain. Ini adalah penghiburan bagi beberapa orang  diantara kita, yang secara alami mempunyai masalah dengan mata mereka.

1. Permainan anak-anak: ‘Aku melihat, aku melihat apa yang tidak kamu lihat’

Beberapa dari saudara pasti saudara mengenal permainan anak-anak ini ‘Aku melihat, aku melihat, apa yang tidak kamu lihat’. Permainan ini berhubungan dengan melihat, memandang secara simbolis. Seorang anak memikirkan tentang satu benda dan anak lainnya harus menerka apa benda itu.  Disini tidak semuanya perlu dilihat dengan baik tetapi harus bisa lihat apa yang anak lain itu pikirkan. Karena itu permainan ini bisa berlangsung lama dengan pertanyaan: Apakah ada di koelkas, apakah ada di loteng, apakah itu sebuah telefoon, apakah itu sebuah celana, dan seterusnya. Karena seringkali ternyata: kita begitu terpaku pada pola pandang kita sendiri dan karena itu bidang penglihatan kita sendiri terbatas. Dalam permainan ini seseorang melihat/memperhatikan hal yang berbeda dari saudara. Jadi melihat/memperhatikan disini lebih dari sekedar memandang. Memandang hanya terbatas pada apa yang masuk ke dalam bidang penglihatan/pandang saudara sendiri. Melihat terutama memperhatikan sesuatu yang penting dalam bidang pandang orang lain, diri sendiri  dan  Allah. Oleh karena itu, melihat merupakan aktivitas, yang seringkali membutuhkan pandangan kedua. Maksudnya saudara melihat sesuatu, memperhatikannya dengan seksama dan menyimpannya.  Marilah kita bersama memperhatikan arti ‘melihat’ secara Alkitabiah.

 

2. Dalam Alkitab banyak dibahas tentang ‘melihat’, tetapi terutama dalam arti simbolis. Misalnya kita  menjumpai banyak nabi-nabi yang mempunyai penglihatan. Penglihatan tentang malapetaka yang akan datang/terjadi, tetapi juga penglihatan yang membawa keselamatan yang penuh harapan. Yesus menyembuhkan orang buta supaya mereka dapat melihat tetapi Yesus memanggil orang juga untuk melihat dengan hati mereka, bukan hanya dengan mata mereka.

Melihat dalam Alkitab terutama mempunyai fungsi: memiliki pandangan tentang apa maksud Allah dengan dunia ini, dengan hidup saudara dan juga keluarga saudara. Dengan kata lain bagaimana hidup ini bisa menjadi lebih baik.

Karena siapa yang memandang sekitarnya dengan baik dalam dunia ini, akan melihat dimana-mana ada pandemie Covid-19, penderitaan, penyalahgunaan kekuasaan, kecelakaan, ketidakadilan, anak-anak muda yang depresif dan seterusnya. Jadi melihat itu kemudian: mampu melihat ke masa depan, di luar situasi saat ini dalam hidup saudara.  Marilah kita melihat lebih dalam tentang Maria dari Magdala.

3.Maria dari Magdala

Pada Paskah pagi ini Maria dari Magdala juga bangkit, perempuan yang kerasukan tujuh roh jahat. Hidupnya adalah sebuah lembaran hitam. Terowongan yang gelap dimana dia tidak bisa keluar dari situasi itu. Dan sekarang dia kembali dapat berpikir sendiri, merasakan sendiri dan membuat pilihannya sendiri. Perspectifnya berpindah melalui perjumpaan dengan Yesus. Matahari bersinar kembali dalam hidupnya dan Yesus adalah Matahari itu. Jadi kita bisa bayangkan bagaimana sulitnya kematian Yesus baginya.    

Pada pagi-pagi sekali pada hari pertama minggu itu, Maria dari Magdala datang ke kuburan. Dia melihat bahwa kuburan telah terbuka. Batu besar yang menutup makam itu telah terguling dan itu membuatnya sangat terheran-heran. Kita tidak tahu apakah dia melihat ke dalam kubur itu atau tidak, tetapi dia menyimpulkan bahwa tubuh Yesus telah dipindahkan. Dia segera berlari menjumpai Petrus dan Yohanes dan memberitahukan hal ini. Mereka kembali ke kubur bersama-sama dan mereka menyimpulkan bahwa Yesus tidak ada lagi di dalam kubur. Kemudian Petrus dan Johannes kembali ke rumah tetapi Maria tetap tinggal di kuburan.

Maria dengan penuh kesedihan, ketakutan dan keputusasaan mengelilingi taman itu, yang semakin menjadi labirin baginya, tanpa jalan keluar.

Kesedihannya sangat dalam. Saya pikir situasi ini bisa dikenali dan itu bisa saja terjadi pada saudara. Ketika saudara  berada di kuburan orang yang saudara cintai, suami atau istri saudara, seorang anak, orang tua saudara, maka segala macam kenangan muncul. Dan tiba-tiba saudara merasa bahwa rasa kehilangan itu menjadi sangat berat bagi saudara. Mungkin hal demikian itu terjadi juga dengan Maria. Air mata mengalir di wajahnya dan dia tidak bisa berhenti menangis. Sungguh luar biasa  bahwa Yohanes menyebutkan 4 kali tentang tangisan Maria. Kata-kata dalam ayat 11, "dia menangis"  tidak terlalu kuat diterjemahkan oleh Terjemahan Alkitab Baru Belanda. Kata kerja Yunaninya berarti “menangis dengan nyaring, meratapi dengan nyaring” dan itu sangat memilukan.

Ketika Maria merasakan kesedihannya yang mendalam dalam dirinya, is sibuk mengingat masa lalunya, dengan wajah menghadap ke liang kubur, maka terjadi suatu keajaiban. Yesus, yang disangka penjaga kebun memanggil namanya. Maria! Ini adalah nama pertama yang Yesus ucapkan sesudah Ia bangkit. Ketika Maria mendengar suara-Nya, dia berpaling dan berteriak, "Rabuni! artinya Guru”! Dalam satu kata itu tersirat semua kegembiraan dan imannya. Tiba-tiba dia menyadari, itu adalah Juruselamatnya. Yesus telah bangkit dari kematian dan Dia hidup. Dukacita, kesedihan dan pencarian telah selesai.

Rembrandt melukis pertemuan Yesus dan Maria ini dengan sangat indah. Apa yang saudara lihat dalam lukisan ini?

Saya melihat bahwa pandangan Maria, fokusnya telah berubah. Dia tidak melihat ke dalam kuburan lagi, tapi dia melihat ke atas dengan penuh harapan. Karena perjumpaan yang diperbarui ini, Maria dari Magdala tidak lagi ditandai oleh masa lalunya. Dia dibebaskan dan dipulihkan karena berita Injil tentang Paskah, tentang Yesus Kristus tidak berbicara tentang masa lalu tetapi tentang masa depan, tentang sebuah harapan baru yang terbentang di depan. Ia menerima tugas untuk menyampaikan berita kebangkitan kepada murid-murid yang lain.

4. Pandangan fisik mempengaruhi pandangan rohani kita.

Saudara-saudari,

Penglihatan manusia itu terbatas. Seperti Maria, kita tidak bisa melihat melampaui bidang pandang kita sendiri. Ketika kita memiliki masalah atau kita khawatir, kita hanya fokus pada masalah-masalah tersebut. Terkadang tidak ada jalan lain, karena beberapa masalah memang harus segera diselesaikan. Tapi kita juga bisa belajar melihat secara berbeda seperti Maria, memindahkan focus dalam pandangan spiritualitas kita, seperti yang ingin disampaikan melalui brosur Paskah di samping ini, yang dibuat oleh saudara Putra Pesik dari HSK Antwerpen. Laten we samen kijken naar deze flyer.

Kita melihat kuburan sangat dekat dalam pandangan mata kita, dan sedikit lebih jauh lagi kita melihat tiga salib dan jika kita mengarahkan pandangan kita lebih jauh maka kita melihat matahari di waktu  pagi. Ini selalu ada perubahan focus atau pandangan. Warna merah muda dan biru menyatakan matahari telah terbit, awal hari yang baru.

Jika kita hanya fokus pada masalah kita, penglihatan fisik kita akan mempengaruhi penglihatan rohani kita. Kita bisa putus asa dan tidak bisa keluar dari permasalahan dan kekuatiran kita. Kita bisa belajar untuk melihat lebih jauh, belajar menyesuaikan fokus kita dan mengalihkan pandangan kita ke masa depan. Kita harus mencoba untuk melihat melewati bukit-bukit, melewati kesulitan-kesulitan untuk melihat janji Allah yang kekal, bukan hanya nanti tetapi juga saat ini dialami.

Pandangan mata kita haruslah terangkat melampaui situasi kita, melampaui masalah dan pencobaan yang kita hadapi, melampaui janji-janji kosong dari ilah-ilah palsu zaman ini. Dengan demikian kita akan dapat melihat Pencipta dan Penebus kita, Tuhan kita yang bangkit, yaitu Dia yang mengenal kita seutuhnya. Ia kembali membangkitkan kita dan mengantar kita menuju masa depan.

5. Paskah adalah melihat melampaui pandangan mata kita

Ketika Maria menyelami perjumpaannya dengan Yesus yang bangkit, dia ingin memegang Yesus. Tetapi Yesus berkata kepadanya: janganlah engkau memegang Aku." Setelah itu Dia berkata, "Aku belum pergi kepada BapaKu yang juga Bapamu, kepada Allahku yang juga Allahmu”.

Kita membaca disini bahwa Yesus pertama-tama mengatakan, BapaKu, sesudah itu barulah AllahKu. Ia menunjuk kepada relasi dengan Allah Bapa-Nya di sorga. Pertanyaannya bagaimana saudara melihat hubungan pribadi saudara dengan Bapa  di sorga di masa corona ini?. Saudara berada di tingkat mana? Apakah saudara seorang kristen, atau seorang aktivis yang harus melakukan banyak tugas atau apakah saudara murid Yesus? Masing-masing dapat memberikan jawabannya.

Paskah melihat lebih jauh dan itu berarti membawa hubungan saudara dengan Allah harus dibawa ke tingkat berikutnya. Dia tidak ingin saudara menjadi dan tetap menjadi aktivis di gereja. Dia menginginkan hubungan dengan saudara. Agar saudara belajar berpikir seperti seseorang yang menjadi milik Yesus. Jika demikian, saudara juga akan melakukan hal-hal lain - sebagaimana layaknya Yesus. Itulah yang coba dilakukan oleh terapis: mengajari saudara untuk berpikir secara berbeda, sehingga perasaan dan perilaku saudara berubah. Begitulah cara kita manusia.

Paulus tahu pentingnya belajar berpikir seperti seseorang yang menjadi milik Yesus. (Kol. 3:2; Fil 4:8). Belajar berpikir seperti Yesus. Kemudian saudara mulai terlihat seperti Dia. Paulus juga tahu: bisa saja terjadi perang di dalam diri. Memang Yesus menang, Yesus hidup, Yesuss benar-benar telah bangkit, bahkan ketika pertempuran besar telah dimenangkan, tetap saja ada peperangan dalam diri.

6.Penutup

Melihat adalah lebih dari pada memandang. Melihat adalah memperhatikan dan menyelami dan selanjutnya dibawa dalam doa dan diterapkan dalam praktek hidup setiap hari. Melihat adalah ingin agar hidup dalam keluarga, pelayanan dan hubungan dengan Tuhan lebih baik lagi. Biarlah kita belajar melihat dari perubahan dan pembebasan Maria dimana masa depan dan janji melampaui seluruh dukacitanya. Itulah kebangkitan Yesus yang melampaui kehidupan kita sehari-hari. Ada perubahan nyata dan sikap dan pemikiran di depan bagi mereka yang ingin melihatnya. Allah memberkati kita semua dan selamat merakan Paskah.

Amin.