Pembacaan Alkitab: 1 Petrus 2:1-10

Jemaat yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus,
Tema tahunan GKIN 2017 berbunyi: Bertumbuh sebagai murid-murid Kristus. Melalui thema ini maka GKIN sebagai gereja ingin memberikan isi dan bentuk baru sehubungan dengan panggilannya di tengah dunia ini. Kita berharap dan berdoa agar semua anggota jemaat dan sympatisan GKIN boleh bertumbuh sebagai murid-murid Yesus Kristus dan sebagai gereja Tuhan dan dengan demikian menjadi berkat bagi masyarakat.

Bertumbuh dalam iman sebagai murid-murid Kristus menuntut sesuatu hal yang dapat mengukur sesuatu untuk pertumbuhan itu. Pertumbuhan tidak hanya dari dalam tetapi juga untuk dari luar, sesuatu yag bisa di lihat dan menjadi ukuran. Ini bukan hanya masalah perasaan kita saja. Di luar perasaan kita ada tolok ukur yang jelas untuk mengukur pertumbuhan itu. Hal ini berhubungan dengan pengenalan dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan itu sendiri. Selain itu, intinya adalah bahwa kita terhubung, kita berada dalam persekutuan dengan hidup Kristus. Tanpa keterhubungan kepada kristus tidak mungkin ada pertumbuhan. Yesus menyatakan hal ini secara sangat jelas dalam Yohanes 15: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Ayat 4 dan 5 terhubung dengan Krtistus berarti bahwa saudara mau membiarkan diri saudara dididik oleh Firman-Nya.


Saudara-saudari,
Pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat bertumbuh sebagai murid-murid Yesus? Ini juga adalah salah satu tema Khotbah berseri 2017. Untuk menjawab pertanyaan ini kita akan menyelidiki hal praktis dari Rasul Petrus dalam bacaan kita, 1 Petrus 2:1-10.

Ayat 1a tertulis: Buanglah segala kejahatan. Saya memakai terjemahan “Bijbel in gewone Taal”, Alkitab dalam bahasa sehari-hari terjemahan dari bahasa Belanda karena lebih jelas bagi saya: Jangan melakukan hal-hal buruk lagi, jangan berbohong lagi, jangan munafik atau cemburu, dan jangan suka gosip.

Saudara-saudari,
Mari kita memahami firman Allah dalam teks ini. Dan mungkin baik untuk bertanya kepada diri saudara sendiri: Apakah ada hal-hal buruk yang saya lakukan sekarang? Apakah saat ini saya berbohong kepada suami atau istri, anak-anak atau orang tua saya? Apakah saya munafik? Satu saat saya memperlihatkan diri saya dengan baik: “lihatlah saya, saya penuh integritas, saya seorang yang baik. Saya menjaga lingkungan saya dengan baik”. Tetapi pasa daat lain, jik aperlu saya tiba-tiba menjadi orang lain. Dari kata-kata manis sayang diucapkan tidak lagi terlihat.

Apakah saya cemburu? Kepada orang yang terkenal, mendapat perhatian dan mempunyai pengaruh lebih dari saya? Kepada orang yang melakukan sesuatu lebih baik dari saya?
Apakah saya kemarin atau minggu lalu membicarakan seseorang di belakang-belakang hal-hal buruk tentang dia?

Semua ini tidak baik untuk hidup baru dan hidup kudus. Hal ini mengahncurkan kehidupan.
Petrus mengatakan hal ini terhadap orang Kristen dan itu perlu untuk dikatakan. Kita membaca kata-kata ini seperti Firman Allah yang disampaikan kepada kita. Allah merasa bahwa hal ini juga perlu disampaikan kepada kita. Karena hal-hal ini benar-benar tidak sehat untuk pertumbuhan iman dan komunitas kita.

Pertanyaannya adalah bagaimana saudara mengusahakan agar saudara tidak berbohong lagi, agar saudara tidak berpura-pura, agar saudara tidak perlu cemburu lagi dan dan tidak akan bergosip lagi? Bagaimana saudara melakukan hal itu? Apakah ada pelatihan atau kursus yang dapat membebaskan kita dari hal-hal ini?


Saudara-saudara,
Memang, ada kursus atau pelatihan untuk belajar meninggalkan hal-hal ini tetapi hal yang paling penting adalah terbuka untuk Firman Tuhan. Kita semua murid-murid Yesus dapat lebih bertumbuh jika kita berpikir dan bersikap kritis terhadap diri kita sendiri dan bagaimana kita hidup di sini dan sekarang. Jika saudara percaya tanpa berpikir atau jika saudara tidak merefleksi tentang iman saudara sendiri maka saudara aktif percaya tanpa refleksif. Jika saudara melakukan refleksi maka saudara akan menemukan satu hal yang mengejutkan bahwa Allah bekerja dalam iman saudara.

Oleh karena itu, pikirkanlah tentang kata-kata ini dan kita akan melakukan langkah selanjutnya: Tariklah atau bawalah kata-kata ini satu per satu dalam hati saudara. Mengapa saya melakukan hal-hal yang buruk? Apa alasan bahwa saya berbohong? Apa yang membuat saya berlaku menjadi orang munafik? Kepada siapa saya cemburu, apa alasan bahwa aku cemburu terhadap seseorang? Dan apa kekuatan gosip sehingga saya tidak bisa menjaga mulut saya untuk berpartisipasi dengan gosip di lingkungan sekitar saya atau dalam pekerjaan saya atau dalam Jemaat Allah?

Dengan menarik hal-hal ini ke hati saudara dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini saudara datang ke kedalaman hati sanubari saudara, dimana Tuhan ada dengan Roh-Nya, yang akan membantu saudara tahap demi tahap untuk mengenal diri saudara sendiri lebih baik. Disana, di kedalaman hati sanubari saudara, tumbuh kesadaran secara bertahap karena Roh Kudus bekerja disana. Penyadaran diri saudara adalah hasil pekerjaan Roh Kudus dan membantu saudara untuk memahami apa alasannya saudara melakukan sesuatu.

Tampaknya Petrus ingin berkata kepada kita begini: Hal-hal ini, haruslah saudara pikirkan baik-baik. Membuang semua hal-hal buruk berarti saudara menyingkirkan hal-hal ini dari diri saudara. Seperti pakaian lama, saudara membuangnya dan saudara memakai pakaian yang baru Anda karena pakaian lama itu tidak bagus lagi tetapi saudara pernah memakainya.
Begitu pula dengan praktik-praktik buruk ini. Saduara dapat membuang dan meninggalkan hal-hal buruk itu jika saudara menyadari bahwa hal-hal itu pernah ada dalam diri saudara.
Petrus mengatakan, saudara harus terlebih dahulu menyingkirkan, meninggalkan semua itu dari diri saudara.

Ada kursus dan pelatihan, tetapi doa adalah juga cara untuk melakukan sesuatu yang baik. Doa adalah latihan secara rohani. Berdoa dengan kerinduan bahwa Tuhan dapat memperbaharui. Dan jika belum berhasil mempraktikkannya berdoalah, mintalah lebih keras lagi kepada Tuhan karena Dia bisa melakukan segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Jadi, pertumbuhan tidak bisa tanpa berdoa. Dan ketika saudara berdoa maka saudara harus percaya bahwa Allah dapat membantu saudara. Petrus memanggil kita dalam ayat 1 untuk meninggalkan jalan yang jahat di belakang kita dan datang, mencari dan rindu kepada sesuatu yang baik yang dapat dilihat dan di rasa/dicicipi di dalam Tuhan.

Saudara-saudari,
Hal kedua dari apa yang ingin Petrus sampaikan kepada kita adalah menginginkan air susu yang murni dari Firman itu. Keinginan untuk mendengar firman Allah. Sebelum kita melihat kepada Petrus, kita melihat dalam Mazmur 1. Kita mulai dengan Firman. Mazmur 1 memberikan gambaran orang yang bertumbuh dan berbuah bagi Allah, sebagai seseorang yang merenungkan Taurat/Hukum/FirmanNya siang dan malam. Itu adalah inti pertumbuhan rohani. Firman Allah adalah sarana dimana Allah berbicara kepada kita. Petrus memanggil orang-orang Kristen untuk sama seperti bayi yang baru lahir yang menginginkan air susu murni dari Firman Allah dan dengan demikian bertumbuh (ayat 2).

Di bagian lain dalam Alkitab juga digunakan gambar air susu untuk menunjukkan bahwa jemaat belum siap untuk makanan padat. Tapi hal ini tidak dimaksudkan disini. Di sini hanya berbicara tentang keinginan. Seperti seorang anak yang merindukan ibunya. Demikian juga seorang anak Allah merindukan/menginginkan Firman Allah. Demikian juga kamu harus selalu ingin mendengar irman Allah. Dan olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan.

Kebutuhan bayi untuk menghisap air susu ibunya itu besar. Saudara sendiri dapat ditarik kepada Allah melalui Alkitab. Anak mencicipi air susu murni dari kebaikan ibunya. Demikian juga seoang anak Allah merasakan/mencicipi kebaikan-Nya dalam firman-Nya.

Disini Petrus mengacu pada satu ayat dari Perjanjian Lama. Mazmur 34: 9 "Kecaplah danlihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya. "
Jadi di sini adalah kecap/rasa bahwa Tuhan itu baik. Menurut pandangan saya ada benarnya juga. Mengecap berhubungan dengan pengalaman. kebaikan Tuhan terlihat, nyata, dan terasa. 

Kasih yang tulus bagi Kristus membutuhkan pengetahuan yang lebih dalam dari Allah dan Firman-Nya. Ini adalah sesuatu yang saudara benar-benar ingin lakukan. Roh juga mengajar kita dalam Firman. Intinya adalah bahwa kita mengerti Firman Allah sebagai satu kesatuan, dan mencoba memahami hubungannya. Jika kita semakin belajar menemukan kekayaan Allah dan Firman-Nya, kita belajar juga untuk melihat apa yang benar-benar benar dan tidak baik. Dari sana kita memiliki pemahaman yang lebih tentang rahasia Kerajaan Allah.

Saudara-saudari,
Hal ketiga yang Petrus sampaikan kepada kita agar bertumbuh sebagai murid-murid Yesus adalah agar kita datang kepada Batu yang Hidup itu dan hidup kita dipakai sebagai batu yang hidup untuk pembangunan satu rumah rohani. Apakah saudara untuk pertama kalinya datang kepada Allah atau kembali datang kepadaNya, cicipilah bahwa IA murah hati dan penuh anugerah seperti yang Petrus sendiri alami. IA adalah satu-satunya dasar yang terpercaya dalam hidup saudara. Bagi saudara IA adalah sumber segala yang kekal dan kebahagiaan yang tidak terbatas. Jangan tetap tinggal dalam situasi saudara saat ini, berpalinglah, berbaliklah dan datanglah pada Yesus dan serahkanlah diri saudara kepadaNya.
Jika kita berbicara tentang gereja, persekutuan jemaat Allah, maka inilah intinya, pusatnya. Inilah awal mula dimana hakekat gereja dimulai. Datang pada Yesus. Bawalah segala persoalanmu dan kekuatiranmu. Curahkanlah isi hatimu kepadaNya. Temukanlah ketenangan di dalam Dia. Biarlah saudara disucikan olehNya. Ia memberi saudara semangat baru, cara pandang baru. Hakekat gereja adalah kepunyaan Tuhan. Tetapi bukan sampai si sini saja. Karena jika saudara memberi diri kepadaNya, Batu yang Hidup itu, Maka saudara sendiri menjadi batu yang hidup bagi Allah. Dan bersama dengan Kristus dan batu hidup lainnya saudara membangun satu rumah rohani yaitu jemaat atau gereja. Dan itu juga penting untuk melihat terus dalam gereja bahwa kita saling membutuhkan untuk bertumbuh. Itu adalah konsep Alkitabiah. Allah telah memutuskan bahwa semua orang yang berbeda ini bersama-sama bertumbuh bersama. Kita bertumbuh bersama tua dan muda.
Kita bertumbuh bersama sebagai orang yang baru percaya dan orang yang sudah lama percaya. Kita bertumbuh bersama sebagai orang kaya dan miskin. Kita bertumbuh bersama sebagai single dan orang yang menikah. Kita bertumbuh bersama sebagai pemikir dan pelaku. Kita bertumbuh bersama sebagai pendatang baru dan orang yang sudah lama melayani di gereja. Karena intinya adalah bahwa kita adalah satu tubuh. Semua bagian yang berbeda, semua anggota yang berbeda kita saling membutuhkan karena bertumbuh bersama-sama.

Saudara-saudara,
Marilah kita percaya secara aktif dan refleksif sehingga kita semakin menyadari peran kita sebagai murid-murid Kristus. Kita dapat memperlihatkan kebaikan Allah. Kita berharap dapat semakin bertumbuh untuk lebih lagi menjadi saksi dalam masyarakat. Kita berharap dan berdoa agar menjadi murid-murid Yesus kristus dan sebagai gereja Tuhan! Selamat bertumbuh sebagai murid-murid Yesus! Amin.


Pertanyaan pendalaman:

  1. Untuk bertumbuh kita membutuhkan akar yang kuat. Apakah saudara merasa telah cukup berakar di dalam Tuhan?
  2. Bagaimana saudara secara pribadi dan sebagai anggota jemaat bertumbuh sebagai murid Yesus? Apa yang dapat saudara lakukan?
  3. Apa yang dapat saudara lakukan untuk meninggalkan jalan yang jahat dan mencari yang baik yang dirasakan di dalam Tuhan?
  4. Sebutkan kebaikan Tuhan dalam diri saudara pribadi. Apakah ini memberikan cukup alasan bagi saudara untuk memberikan diri saudara sebagai batu yang hidup bagi pembangunan jemaat GKIN?
Gereja Kristen Indonesia Nederland - www.gkin.org