Yesaya 8:23-9:6

Anda berada di persimpangan jalan yang penting dalam hidup Anda. Arah mana yang akan anda pilih? Kiri, kanan atau Anda tetap berjalan lurus tanpa berbelok? Siapakah yang belum pernah mengalami situasi ini? Ada saat-saat dalam hidup kita di mana kita harus mengambil keputusan. Misalnya pertanyaan-pertanyaan berikut ini: jurusan pendidikan apakah yang harus saya pilih? Pekerjaan apa yang akan saya lakukan? Dengan siapakah saya akan menikah? Di manakah saya akan tinggal? Bagaimanakah saya menghadapi kesedihan dan kesulitan? Bagaimana saya menghadapi konflik? Bagaimana saya terus menjalani kehidupan pernikahan yang sulit? Bagaimana saya membesarkan anak saya? Bagaimana saya menghadapi kesendirian? Kita semua bergumul dengan pertanyaan yang berada dalam diri kita. Hidup adalah terus menerus memilih dan membuat keputusan. Dan yang paling penting adalah: pilihan yang kita buat hari ini dapat sangat berpengaruh pada masa depan kita.

Karena itu tidaklah aneh jika kita mencari seorang penolong atau penasihat. Untuk setiap pertanyaan tertentu dalam hidup kita, ada seorang penasihat yang bisa kita hubungi. Dan kita bersyukur untuknya. Ada penasihat keuangan, penasihat perpajakan, penasihat untuk hipotek rumah, psikolog, penasihat pernikahan, pelatih kehidupan berkeluarga, dokter, pengacara, penasihat nutrisi, pembimbing rohani, dan sebagainya. Coba saja Anda lihat acara-acara terkenal di Televisi yang memberikan nasihat, seperti Dr. Phil atau Oprah Winfrey atau Nanny. Semakin banyak tanggung jawab seseorang, semakin dia membutuhkan seorang penasihat. Seorang perdana menteri atau presiden memiliki berbagai penasihat atau penolong yang cekatan untuk dapat menjatuhkan keputusan yang baik dan bekerja secara benar: penasihat politik, penasihat ekonomi, penasihat militer, dan sebagainya.

Seorang penolong atau penasihat adalah seseorang yang bisa kita percaya dan bisa memberikan nasihat. Saran atau nasihat dari seorang penasihat sering kali berfungsi sebagai panduan yang kita butuhkan. Tetapi apakah setiap orang dapat menjadi seorang penasihat? Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh seorang penasihat? Syarat yang paling penting untuk menjadi seorang penolong atau penasihat adalah menguasai atau mempunyai pengetahuan yang cukup dan spesifik sebagai dasar nasihat yang diberikan. Selanjutnya seorang penasihat harus mempunyai kebijaksanaan tertentu.

Pada Minggu Adven yang ketiga ini, kita membaca nubuat dari nabi Yesaya mengenai kedatangan Mesias. Melalui kedatangan Mesias jaman yang baru telah tiba. Inilah hari yang telah lama dinanti-nantikan oleh seluruh ciptaan Tuhan. Hari yang telah lama disiapkan oleh Allah dalam sejarah dunia ini. Ini adalah hari di mana cahaya bersinar dalam kegelapan dan kegelapan menjadi lenyap. Ini adalah hari di mana kesedihan menjadi kebahagian, kebahagiaan yang besar. Ini adalah hari di mana kemenangan menggantikan penindasan dan perbudakan. Pembebasan ini akan dialami kaum Yehuda (kerajaan dua suku di Selatan), yang di jaman Yesaya hidup dalam perbudakan di bawah kekuasaan Asyur. Tetapi pembebasan ini lebih besar daripada itu. Ini adalah hari penyelamatan untuk seluruh dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. Jaman yang baru tiba melalui kedatangan Mesias. Mengenai siapakah Yesaya berbicara di sini? Di sini Yesaya bernubuat tentang kelahiran Yesus Kristus, 700 tahun sebelum kelahiran Kristus. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya”.

Ada empat nama yang dinubuatkan untuk Anak ini: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Dari empat nama yang istimewa ini kita hari ini khususnya merenungkan nama pertama dari Anak ini: Penasihat Ajaib.

Kita baru saja berbicara tentang syarat-syarat untuk menjadi penasihat yang baik. Apakah sang Mesias memenuhi persyaratan ini? Tidak diragukan lagi. Hal yang sama dinubuatkan Yesaya selanjutnya di Yesaya 11: 2: “Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN”. Sang Mesias akan memiliki kebijaksanaan yang berkelimpahan, lebih banyak daripada raja Salomo.

Setiap penasihat memiliki keterbatasan, karena tidak ada orang yang ahli dalam segala aspek kehidupan. Karena itu tiap penasihat membutuhkan seorang penasihat yang lain. Masalah untuk manusia sering kali begitu kompleks. Apakah ada yang tahu berapa jumlah dokter dan perawat yang maksimal boleh ada pada operasi yang berat? Saya tidak tahu berapa tepatnya, tetapi tentunya lebih dari satu. Ini sudah saya alami pada operasi kecil untuk amandel saya. Apalagi pada operasi yang besar. Semua ahli, dokter dan perawat saling membutuhkan nasihat satu dari yang lain. Lebih lanjut lagi tiap penasihat membutuhkan seorang penasihat lain dalam kehidupan pribadinya. Seorang ahli nutrisi mungkin tidak membutuhkan nasihat bagaimana ia dapat menjadi langsing dan tetap sehat, tetapi ia membutuhkan nasihat mengenai tabungan pensiunnya yang bakal ia butuhkan di masa depan. Di sinilah letak perbedaan semua penasihat dunia ini dengan Yesus, Anak Allah. Perbedaannya ialah: Yesus tidak membutuhkan nasihat dari manusia. Dalam teks pembukaan kita, kita membaca apa yang dikatakan oleh rasul Paulus: “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 11: 34)

Kristus adalah Ajaib, luar biasa. Semua yang ada pada-Nya patut kita kagumi. Ia adalah orang yang ajaib: Allah sekaligus manusia. Hidup-Nya di bumi adalah sangat ajaib: Ia mengubah air menjadi anggur. Ia menyembuhkan dan membebaskan orang-orang, Ia mengampuni dosa dan memberikan arti baru bagi kehidupan. Ia mengubah salib menjadi tempat di mana Kasih Allah dan dosa kita bertemu. Kata-kata-Nya sangat ajaib dan indah: Ia memberikan diri-Nya sepenuhnya sebagai Anak Domba Allah dan bangkit kembali dari kubur-Nya.

Yesus adalah penasihat yang paling baik yang dapat Anda bayangkan. Karena Ia adalah Allah, Bapa yang abadi, Ia tahu mengenai segala sesuatu. Ia memiliki seluruh kebijaksanaan dan kemungkinan untuk membimbing kita. Karena Ia menjadi manusia, Ia mengerti perasaan kita. Ia mengenal kita secara utuh, lebih daripada orang lain dan Ia mengasihi kita. Yesus Kristus adalah Penasihat Ajaib.

Saya masih ingin memberikan perbedaan yang penting antara Yesus dan penasihat-penasihat yang lain. Jika kita datang kepada penasihat untuk meminta nasihatnya, maka adalah penting untuk kita mengajukan pertanyaan yang tepat. Pertanyaaan yang salah dapat mengakibatkan nasihat yang salah dan kemudian kita harus datang lagi. Seminggu kemudian Anda akan kaget, karena Anda menerima dua jenis tagihan. Jika kita datang kepada Tuhan Yesus, bukan saja Ia tahu jawaban yang kita cari. Ia juga sudah mengenal pertanyaan kita, dan mungkin juga pertanyaan yang tidak dapat kita ungkapkan dengan kata-kata secara sempurna. Seseorang pernah berkata: nasihat dari Tuhan adalah madu untuk lidah kita, harmoni untuk telinga kita, kesehatan untuk tubuh kita, keberuntungan untuk jiwa kita dan harapan untuk hati kita.

Tetapi bagaimanakah Tuhan Yesus memberikan nasihat kepada kita?

  • Ia memberikan nasihat melalui Alkitab, FirmanNya. ‘Firman-Mu itu pelita bagi kaiku dan terang bagi jalanku’. (Mazmur 119:105)
  • Ia memberikan nasihat kepada kita melalui Roh Kudus. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16: 13a). Karena itu kita harus peka terhadap suara Roh Kudus dalam hidup kita. Biarkanlah Roh Kudus mengambil alih kendali dan bukan diri (ego) kita sendiri.
  • Kemudian Allah juga memberikan nasihat kepada kita melalui situasi-situasi tertentu yang diijinkan-Nya terjadi dalam hidup kita.
  • Yang terakhir adalah, Allah memberikan nasihat kepada kita melalui orang lain. Meminta nasihat itu penting dan lebih penting lagi adalah kepada siapa kita meminta nasihat. Janganlah pergi kepada seseorang yang kemungkinan besar hanya akan mengatakan apa yang ingin Anda dengar. (Bandingkanlah dengan kesalahan raja Rehabeam dalam I Raja-Raja 12: 1 – 24). Seringkali hal yang benar adalah menceritakan situasi kita kepada orang yang sudah lebih lama berjalan atau hidup dalam Kristus. Karena itu carilah orang-orang Kristen yang bijaksana.

Saya ingin mengakhiri khotbah ini dengan sebuah cerita mengenai seorang misionaris di Cina. Ia bercerita tentang perjalanannya yang menegangkan dari Yang Chen di Cina pada masa-masa pengambil alihan kekuasaan oleh pihak komunis. Pada masa itu ia sangat takut mengenai keselamatannya dan berada dalam situasi putus asa. Seorang anak perempuan berusia 13 tahun berusaha menghiburnya dengan berkata: “Janganlah lupa apa yang ibu ceritakan kepada kami mengenai Musa di padang gurun“. (Apakah Anda masih ingat kisah ini? Bahwa Musa sekalipun ada banyak mara bahaya dan tantangan dari dalam dan dari luar, selama 40 tahun ia dipimpin oleh Tuhan Allah Yang Mahakuasa). Tetapi sang misionaris begitu putus asanya, ia menjawab: “Ya anakku, tetapi aku bukanlah Musa“. Apakah Anda tahu apa jawaban anak itu? “Ya, tetapi Tuhan masihlah tetap Tuhan“.

Jemaat yang terkasih, apakah Anda berada dalam persimpangan jalan yang penting dalam hidup saat ini, di mana Anda harus membuat keputusan? Atau apakah Anda tidak tahu lagi bagaimana Anda harus menghadapi hal-hal tertentu? Dalam situasi apa pun kita berada saat ini, marilah kita datang kepada Kristus Tuhan kita. Ia masihlah Tuhan kita. Marilah kita mencari nasihat pada-Nya setiap hari. Pada-Nya kita dapat meletakkan semua masalah dalam hidup kita, kita dapat mencurahkan isi hati kita. Biarlah Kristus memimpin hidup Anda setiap hari, karena Ia tidak berubah. Ia adalah Penasihat Ajaib di masa lalu. Ia adalah Penasihat Ajaib sekarang ini. Dan Ia tetap akan menjadi Penasihat Ajaib di masa depan. Selamat hari Minggu Adven.

Amin